m.depnakertrans.go.id m.depnakertrans.go.id
Kementerian Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Penjelasan Mengenai Uang Penggantian Perumahan Serta Uang Pengobatan Dan Perawatan

1. Pekerja/buruh yang di putus hubungan kerjanya dengan alasan telah melakukan kesalahan berat (Pasal 158 UU No. 13/2003), atau pekerja/buruh yang mengundurkan diri atas kemauan diri sendiri (Pasal 162 UU No. 13/2003) tidak berhak memperoleh uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja, namun sesuai Pasal 158 ayat (3) dan Pasal 162 ayat (1) dan (2) UU No. 13/2003 pekerja/buruh yang bersangkutan berhak menerima uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4) UU No. 13/2003. 2. Dalam hal pekerja/buruh yang mangkir 5 hari berturut-turut tanpa pemberitahuan (Pasal 168 UU No. 13/2003), dan berdasarkan ketentuan dalam UU tersebut, pekerja/buruh yang bersangkutan dikualifikasikan sebagai mengundurkan diri sebagaimana dimaksud butir 1 di atas, dan hak-hak pekerja/buruh berlaku sesuai ketentuan Pasal 168 ayat (3) UU No. 13/2003. 3. Adapun mengenai uang penggantian hak sebagaimana dimaksud Pasal 156 ayat (4) UU No. 13/2003 adalah meliputi: a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur; b. Biaya atau ongkos pulang untuk pekerja/buruh dan keluarganyadimana pekerja/buruh diterima bekerja; c. Penggantian perumahan sera pengobatan dan perawatan 15% dari uang pesangon dan atau penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat; Hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Selanjutnya mengenai perhitungan uang perumahan serta pengobatan dan uang perawatan bagi pekerja/buruh yang meninggal dunia, kepada ahli warisnya diberikan sejumlah uang yang dasar dan besar perhitungannya sesuai dengan ketentuan Pasal 166 UU No. 13/2003, dan tidak dihitung berdasarkan perhitungan surat edaran Menakertrans No. 18.KP.04.29.2004, tanggal 9 Januari 2004, karena SE tersebut khusus mengatur ketentuan mengenai pekerja/buruh yang diPHKdengan alasan telah melakukan kesalahan berat dan atau pekerja/buruh telah mengundurkan diri atas kemauan sendiri (Pasal 158 dan Pasal 162) UU NO. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.